Trik Mudah Menanam Cabe Di Rumah

menanam cabe di rumah

Tingginya curah hujan beberapa bulan terakhir ini menyebabkan harga cabai melonjak tinggi. Kenaikannya bahkan hingga menembus Rp 100 ribu per kilogramnya. Dan bagi masyarakat luas, harga segini tentu saja terasa mahal.

Menanggapi masalah tersebut, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melontarkan gagasan yang hampir sama dengan Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, mengajak ibu rumahtangga untuk menanam cabai sendiri lewat Gerakan Tanam Cabai sebanyak lima pohon di setiap rumah.

Dan terlepas dari komentar masyarakat yang sepedas cabai tentang gagasan ini, sebenarnya menanam cabai di rumah memang mudah. Anda pun tidak perlu memiliki lahan yang luas untuk menanamnya jika sekedar untuk dikonsumsi sendiri.

Menyemai Biji Cabai

Rendam biji cabai dalam air agar Anda bisa mengetahui biji yang berkualitas. Gunakan biji yang tenggelam untuk ditanam. Keringkan biji tersebut dengan dijemur. Dan untuk merangsang pertumbuhan benih, rendamlah biji pada air hangat selama 6 jam.
Buat media tanam dengan mencampurkan tanah dengan sekam atau pupuk kandang dengan perbandingan 2:1. Semai benih dengan jarak 10 cm agar bisa tumbuh dengan optimal. Tutup media tersebut dengan karung goni basah. Setelah 4 hari ganti dengan plastik transparan
Setelah 30 hingga 45 hari, benih akan tumbuh daun yang menunjukkan berarti sudah siap tanam.

Menanam Biji Cabai

menanam cabe di rumah

Siapkan polybag ukuran 30 cm atau pot bunga. Campurkan tanah, pupuk kompos, dan sekam dengan perbandingan 1 : 1 : 1 dan isikan ke dalam polybag atau pot dan beri lubang.
Saat mulai besar, pasang bambu setinggi 20 cm di sebelah pohon sebagai penopang agar tetap tegak ketika tumbuh besar.

Merawat Cabai

Pohon cabai harus tetap dirawat dengan baik agar tumbuh dengan kualitas yang prima. Perawatan yang harus dilakukan antara lain siram setiap hari, sekurang-kurangnya 3 kali tapi jangan terlalu basah, agar tanahnya tidak kekeringan saja.

Tambahkan juga pupuk organik sebulan setelah penanaman agar aman untuk dikonsumsi.

Masa Panen

Masa panen terbaik adalah saat buah belum sepenuhnya berwarna merah, masih ada garis hijaunya agar bisa bertahan 2-3 hari di luar. Biasanya cabe rawit ini mulai panen ketika memasuki umur 2,5 bulan. Petiklah cabe beserta tangkainya di pagi hari setelah embun mengering.

Perhatikan Hama

Hama yang biasanya menyerang tanaman cabe adalah kutu daun, tungau merah, dan kutu garam. Bila Anda menemukannya di dalam tanaman cabe, buang bagian yang terserang hama. Bila kondisi hama sudah sangat parah, cabut dan bakar agar tidak menular ke bagian tanaman lain.

Yang jelas menanam cabe bisa dilakukan di dataran tinggi maupun dataran rendah. Suhu yang optimal pada kisaran 24-27 derajat celcius, namun masih bisa tahan terhadap suhu yang lebih dari itu. Selamat mencoba!

Pupuk NASA Untuk Cabe, Rahasia Panen Cabe Melimpah

pupuk nasa untuk cabe

Cabe merupakan tanaman dari benua Amerika. Tanaman ini cocok dikembangkan di daerah tropis terutama sekitar khatulistiwa. Cabe paling cocok ditanam di dataran rendah dengan ketinggian 0-500 mdpl. Jika tempat yang terlalu tinggi, produktivitas tanaman akan berkurang. Masih bisa berbuah. Hanya saja periode panennya lebih sedikit dibanding dataran rendah.

Mulhenry Maruhun adalah seorang petani cabai asal Jorong Pasir Lawe, Kanagarian Pasir Lawe, Kec. Palopo, Kab. Agam, Sumatera Barat. Bapak Mulhenry Maruhun menanam cabe jenis lokal pada lahan seluas 1.000 m2 (0,1 Ha). Sampai saat ini tanamannya berumur 4,5 bulan (135 hari). Bapak Mulhenry Maruhun menggunakan Pupuk NASA Untuk Cabe yaitu SUPERNASA, POC NASA, HORMONIK, GLIO, Pentana dan PESTONA. Pada saat pengolahan tanah, sebelum dibuat bedengan tanah diberi dolomit. Kemudian diberi pupuk makro (ZA, KCl, TSP) kurang lebih 25 Kg.

Mengenai pemberian SUPERNASA yaitu : 3 sdm dicampur dengan air 15 liter, siramkan ke bedengan lalu di tutup dengan plastik mulsa. Baru kemudian ditanam. GLIO digunakan dengan cara dilarutkan bersama SUPERNASA dan disiramkan ke bedengan. Setelah ditanam, saya menggunakan 40 cc POC NASA + 10 cc HORMONIK dalam 1 tangki air 15 liter, semprotkan 1 minggu sekali. Untuk pemupukan setelah tanam, selain produk pertanian NASA, saya juga menggunakan pupuk kimia, NPK 2 Kg + 40 cc POC NASA diaduk dan dicampur air sebanyak 1 ember (+ 10 liter) ambil 1 gelas larutan untuk tiap tanaman.

pupuk nasa untuk cabe

Mengatasi Hama dan Penyakit Tanaman Cabe

Guna mengatasi serangan penyakit layu tanaman saya menggunakan GLIO, caranya :

  • 1 sdm GLIO dicampur 15 liter air, kemudian dikocorkan ke tanaman.
  • Untuk mengatasi serangan hama kutu saya menggunakan Pentana dan PESTONA.
  • Pentana saya gunakan dengan 3 tutup + air 1 tangki (15 liter) disemprotkan setiap 5 hari sekali.
  • Sedangkan PESTONA saya gunakan dengan dosis 40 cc + air 15 liter (1 tangki) disemprotkan seminggu sekali.

Produk NASA Untuk Tanaman Cabe

  • POC NASA 2 botol
  • HORMONIK 2 botol
  • SUPERNASA 2 botol
  • GLIO 1 pack
  • Pentana 1 botol
  • PESTONA 1 botol

Keuntungan Menggunakan Produk NASA Untuk Cabe

  • Pengolahan tanah mudah
  • Tanah menjadi subur
  • Pertumbuhan tanaman lebih cepat
  • Buah dapat dipanen hingga ujung tanaman
  • Tinggi tanaman cabai sebelum menggunakan produk NASA hanya 100 cm (1 meter), tetapi setelah saya menggunakan produk NASA tingginya rata-rata 175 cm bahkan ada yang tingginya mencapai 196 cm (hampir 2 meter)
  • Warna hijau daun lebih tahan lama
  • Penggunaan pupuk makro (kimia) lebih sedikit (Biaya dapat ditekan)

Untuk lahan seluas 0,1 Ha yang sudah panen sebanyak 5 kali dan akan masih terus panen. Perincian hasil 5 kali panen yaitu : Panen 1 = 1 Kg, Panen 2 = 3 Kg, Panen 3 = 15 Kg, Panen 4 = 30 Kg dan Panen 5 = 50 Kg. Hasil produksi yang menggunakan produk NASA lebih tinggi dibandingkan yang tidak menggunakan produk NASA. Dari segi ekonomi setelah menggunakan produk NASA lebih menguntungkan karena dapat menekan biaya pengeluaran hingga mencapai 50%. Pesan saya kepada petani di Indonesia agar menggunakan Produk NASA Untuk Cabe, karena sudah terbukti hasilnya bagus dan menguntungkan.