Cara Mengunakan Tensimeter Aneroid Untuk Mengukur Tekanan Darah

Pernahkah anda berkunjung ke rumah sakit ? Mungkin juga anda pernah diperiksa dengan alat ukur tekanan darah atau tensimeter. Pernahkah anda berfikir, bisakah kita mengukur tekanan darah kita sendiri atau orang lain dengan menggunakan alat tersebut ? Akses informasi yang semakin mudah membawa dampak positif bagi kita, sekarang kita bisa mencari informasi tentang apapun di internet, termasuk bagaimana cara menggunakan tensimeter manual.

cara menggunakan tensimeter aneroid

Pada kesempatan yang baik ini, penulis ingin mencoba berbagi informasi dan sekaligus pengalaman belajar menggunakan tensimeter manual untuk mengukur tekanan darah. Ternyata tidak sulit dan kita cukup belajar beberapa kali saja. Hanya memang sedikit butuh latihan untuk membentuk kepekaan kita. Lalu bagaimana caranya ? Langsung saja, berikut langkah – langkahnya.

  • Pertama tentu saja siapkan alatnya berupa tensimeter jarum (aneroid) yang murah dan tidak berbahaya. Jangan lupa siapkan juga stetoskopnya.
  • Baca petunjuk penggunaan manset yang biasanya tertera pada balik manset tensimeter
  • Pasng manset dengan benar dan tepat, lebih baik anda minta orang lain untuk diukur, agar lebih mudah.
  • Posisikan tangan orang yang anda ukur dengan rileks, kemudian cari posisi yang tepat di lengan untuk menemukan titik nadi yang jelas
  • Gunakan stetoskop anda dan tempatkan di lengkap pasien anda.
  • Genggam bola tensi dengan tangan kanan, posisikan ibu jari dan telunjuk memegang katup pelepas udara.
  • Letakan manometer pada tempat yang mempermudah anda memacanya
  • Mulailah memompa hingga jarum manometer berada pada posisi 180 mmHg
  • Putar katup pelepas udara perlahan dan perhatikan jarum manometer.
  • Dengarkan dengan baik, pertama kali anda mendengar suara “tek tek tek” , lihat manometer di angka berapa, itulah Sistolik
  • Kemudian suara itu akan hilang, dan ketika anda sudah tidak mendengar suara tersebut pertama kali, lihat lagi pada jarum manometer, itulah diastolic.
  • Bila anda masih kurang yakin dengan hasil yang anda peroleh, ulangi pengukuran anda beberapa kali lagi untuk meyakinkan anda bahwa itulah hasil yang sudah benar.

Bagaimana menurut anda ? Mudah kan, hanya sedikit latihan dan sering – sering saja melakukannya. Sekian, semoga bermanfaat.

Mengenal 2 Jenis Defibrillator Dan Penggunaanya

Salah satu diantara sekian banyak alat kesehatan, terdapat sebuah alat yang berfungsi sebagai pacu jantung. Alat ini disebut dengan istilah Defibrillator. Cara kerja alat ini yaitu dengan memberikan stimulus energi listrik yang telah disesuaikan jumlah energinya untuk membuat detak jantung kembali normal. Alat ini biasanya digunakan di rumah sakit, hotel, tempat wisata dan tempat lainnya dimana disitu banyak dikunjungi orang.

jenis - jenis defibrillator

Ada dua macam Defibrillator yang dijual dipasaran. Yaitu defibrillator manual dan Defibrillator Otomatis. Pada kesempatan ini penulis ingin berbagai tulisan singkat mengenai dua macam model defibrillator ini dan contohnya. Berikut ulasannya.

1 – Defibrillator Manual

Jenis defibrillator yang pertama yaitu model manual. Yang dimaksud dengan manual di sini adalah seting energi dan cara melakukan stimulus listrik tersebut dilakukan oleh petugas tidak secara otomatis. Satu unit defibrillator manual terdiri dari Mesin defibrillator dan Padle. Biasnya Defibrillator manual juga bisa berfungsi sebagai defibrillator otomatis karena memang sudah ada fiturnya. Jadi lebih lengkap dari sisi penggunaan. Namun kalau dibandingkan dengan jenis lain, jenis defibrillator ini lebih mahal.

2 – Defibrillator Otomatis (AED)

Satu jenis lagi yaitu yang dikenal dengan istilah AED (Automatic External Defibrillator) atau defibrillator otomatis. Berlawanan dengan jenis manual. Sistem pemilihan besarnya energi yang diberikan kepada pasien langusng secara otomatis dari alatnya. Selain itu, pemberian energi stimulus listrik juga secara otomatis apabila deteksi grafik ekg sudah menunjukan kriteria tertentu.

Defibrillator otomatis juga disebut dengan defibrillator portable, karena bentuknya yang simple serta sangat mudah dibawa kemana saja. Spesifikasi penggunaan defibrillator otomatis ini selain di rumah sakit juga di hotel – hotel, bandara, dan juga tempat – tempat yang banyak dikunjungi manusia. Sebagai antisipasi dan pertolongan pertama sebelum dibawa ke rumah sakit terdekat.

Jika kita bandingkan dari price, sudah pasti harga defibrillator portable jauh lebih murah daripada jenis manual karena hanya bekerja sebagai defibrillator otomatis dan tidak bisa berfungsi secara manual.

Nah itulah seklumit, penjelasan mengenai dua macam atau jenis defibrillator yang memiliki kesamaan dan sedikit perbedaan. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk anda sekalian, sampai jumpa lagi.

Cara Mengatasi Pegal Kaki Saat Hamil

Cara Mengatasi Pegal Kaki Saat Hamil

Di kehamilan kedua ini, semua sakit serba terasa karena selain mengandung atau membawa beban janin, saya juga seringkali harus dibuat sabar dengan anak pertama yang sering meminta untuk digendong. Terutama sejak di sapih ASI dan kehamilan kedua semakin besar, anak pertama semakin sering minta digendong. Pokoknya tak mau jauh-jauh dari Ibu.

Jadilah saya sering mengalami kram kaki atau pegal kaki, pegal punggung, pegal daerah selangkangan, dan masih banyak lagi pegal-pegal. Bagaimana tidak pegal, saat janin semakin besar tentu kaki akan menumpu beban lebih banyak ditambah lagi sambil menggendong anak. Jadilah sempurna rasa pegalnya. Sakit sekali bunda rasanya pengin nangis.

Pernah sampai saking tidak kuatnya harus menggendong, anak pertama dibiarkan menangis lama karena terus minta ingin digendong sementara saya sudah tidak kuat berdiri. Meski sudah dikasih pengertian bahwa saya sakit dan tidak kuat, dia terus menangis minta digendong, sampai saya ikutan menangis tidak tega juga melihat anak nangis seperti itu.

Jadi penyebab pegal kaki saat hamil itu tadi karena kaki terlalu lama menanggung beban tubuh jadilah pegal, karena kebanyakan jalan, atau lainnya.

Lalu bagaimana solusi mengatasi pegal kaki? berikut solusinya menurut pengalaman saya :

  1. Sering beristirahat atau tiduran dengan kaki bagian paha disangga bantal (meninggikan posisi kaki saat tidur). Dan sangga juga daerah punggung dengan bantal jadi jangan tidur terlentang begitu saja. Jadi sambil tidur terlentang, sangga bagian paha dengan bantal, dan punggung pun disangga dengan bantal dan buat senyaman mungkin.
  2. Di Pijat. Ini sangat efektif sekali dan nikmat tentunya, hehe. Biasanya saya minta untuk dipijat sama suami atau oleh tukang pijat, tapi lebih sering pijat sendiri saja atau oleh suami.
  3. Merendam kaki dengan air hangat. Efeknya terasa nikmat bunda. Saat kehamilan pertama saya sering melakukan proses merendam kaki dengan air hangat /panas ini. Silakan dicoba sensasinya bunda.
  4. Sambil tiduran, tempelkan / sandarkan kaki menghadap ke dinding (seperti gaya lilin). Cara ke 4 ini pun bermanfaat mengatasi pegal punggung. Seperti digambar dibawah ini.

Metode Pemeriksaan Kesehatan Jantung di Rumah Sakit

Pemeriksaan Kesehatan Jantung

Penyakit jantung merupakan salah satu pembunuh nomor satu di dunia, oleh karena itu menjaga kesehatan jantung merupakan hal wajib yang harus dilakukan oleh tiap orang. Jauhi segala gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, minum-minuman beralkohol dan hal-hal lain yang bisa membahayakan kesehatan jantung.

Selain pola hidup sehat melakukan pemeriksaan jantung pun adalah hal yang disarankan, sehingga kita bisa tahu bagaimana sebenarnya kondisi kesehatan jantung kita apakah ada resiko terkena serangan jantung atau tidak.

Untuk memperoleh hasil pemeriksaan yang akurat tentu saja kita perlu melakukannya di klinik atau rumah sakit, karena disana semua peralatan yang dibutuhkan sudah tersedia. Metode pemeriksaan kesehatan jantung yang dilakukan di rumah sakit biasanya ada 3 macam yaitu :

1. Pemeriksaan Jantung Dengan Alat EKG

Pemeriksaan jantung dengan alat EKG memiliki tujuan untuk mengetahui adanya kelainan pada jantung. Yang diukur adalah aktivitas listrik jantung saat bekerja. Kelainan yang bisa dideteksi dengan alat ini berupa peradangan, aritmia jantung hingga jantung koroner. Alat EKG ini bisa dibilang merupakan peralatan yang wajib ada ditiap rumah sakit karena memiliki fungsi yang sangat vital. Untuk rumah sakit di Indonesia sepertinya hampir sudah merata tersedia alat EKG. Selain karena saat ini untuk pengadaannya cukup mudah, harga alat EKG pun cukup banyak variasinya dari yang murah sampai yang mahal, jadi tiap pihak rumah sakit bisa menyesuaikan sendiri harganya dengan kebutuhan dan ketersediaan anggaran.

2. Pemeriksaan Jantung dengan USG Jantung (Ekokardiografi)

Pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan yang dilakukan dengan memanfaatkan gelombang suara elektronik yang dihasilkan oleh alat USG. Struktur dan fungsi jantung bisa diukur secara akurat dan real time dengan metode yang satu ini.

3. Pemeriksaan Jantung dengan CT Scan Jantung

Metode ini dilakukan untuk memeriksa adanya penyumbatan yang mungkin terjadi pada pembuluh arteri jantung. CT Scan jantung umumnya dilakukan pada pasien yang menderita penyakit arteri koroner. Keuntungan metode ini adalah keakuratan gambar dan waktunya dapat dihasilkan lebih cepat sehingga menjadi lebih efektif dan efisien.

Itu tadi adalah 3 metode pemeriksaan kesehatan jantung yang biasanya dilakukan dirumah sakit. Jagalah selalu kesehatan jantung anda, jalani pola hidup sehat, rajin berolahraga dan makan makanan yang bergizi.