Mengenal 2 Jenis Defibrillator Dan Penggunaanya

Salah satu diantara sekian banyak alat kesehatan, terdapat sebuah alat yang berfungsi sebagai pacu jantung. Alat ini disebut dengan istilah Defibrillator. Cara kerja alat ini yaitu dengan memberikan stimulus energi listrik yang telah disesuaikan jumlah energinya untuk membuat detak jantung kembali normal. Alat ini biasanya digunakan di rumah sakit, hotel, tempat wisata dan tempat lainnya dimana disitu banyak dikunjungi orang.

jenis - jenis defibrillator

Ada dua macam Defibrillator yang dijual dipasaran. Yaitu defibrillator manual dan Defibrillator Otomatis. Pada kesempatan ini penulis ingin berbagai tulisan singkat mengenai dua macam model defibrillator ini dan contohnya. Berikut ulasannya.

1 – Defibrillator Manual

Jenis defibrillator yang pertama yaitu model manual. Yang dimaksud dengan manual di sini adalah seting energi dan cara melakukan stimulus listrik tersebut dilakukan oleh petugas tidak secara otomatis. Satu unit defibrillator manual terdiri dari Mesin defibrillator dan Padle. Biasnya Defibrillator manual juga bisa berfungsi sebagai defibrillator otomatis karena memang sudah ada fiturnya. Jadi lebih lengkap dari sisi penggunaan. Namun kalau dibandingkan dengan jenis lain, jenis defibrillator ini lebih mahal.

2 – Defibrillator Otomatis (AED)

Satu jenis lagi yaitu yang dikenal dengan istilah AED (Automatic External Defibrillator) atau defibrillator otomatis. Berlawanan dengan jenis manual. Sistem pemilihan besarnya energi yang diberikan kepada pasien langusng secara otomatis dari alatnya. Selain itu, pemberian energi stimulus listrik juga secara otomatis apabila deteksi grafik ekg sudah menunjukan kriteria tertentu.

Defibrillator otomatis juga disebut dengan defibrillator portable, karena bentuknya yang simple serta sangat mudah dibawa kemana saja. Spesifikasi penggunaan defibrillator otomatis ini selain di rumah sakit juga di hotel – hotel, bandara, dan juga tempat – tempat yang banyak dikunjungi manusia. Sebagai antisipasi dan pertolongan pertama sebelum dibawa ke rumah sakit terdekat.

Jika kita bandingkan dari price, sudah pasti harga defibrillator portable jauh lebih murah daripada jenis manual karena hanya bekerja sebagai defibrillator otomatis dan tidak bisa berfungsi secara manual.

Nah itulah seklumit, penjelasan mengenai dua macam atau jenis defibrillator yang memiliki kesamaan dan sedikit perbedaan. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk anda sekalian, sampai jumpa lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *